YENNI, S.H | 0812 6195848 | Pengacara Batam
Pilih Bahasa
My name is Yenni Nurhayani, S.H, I'm a lawyer at Indonesia and live at Batam Island, I was graduated on 2000. I can andle many type of case like deforce, criminal case and many other case. Just call me at +628126195848 or to my email yenninurhayanish@gmail.com
Arsip

Tanda Pernikahan di Ujung Tanduk

Pernah mendengar pasangan yang terlihat adem ayem tiba-tiba bercerai? Mungkin mengejutkan, kata psikolog klinis Melissa Keogh, tapi sejatinya proses ini berjalan cukup panjang dan tak disadari kedua belah pihak.

Menurut Keogh, banyak pasangan yang telat menyadari mereka tengah menjalankan kemudi rumah tangga ke ambang kehancuran. Dalam sebuah artikel yang ditulisnya, ia melihat setidaknya ada empat tanda pernikahan yang berada di ambang perceraian. “Ada beberapa yang mungkin tampak jelas, tapi beberapa lainnya sangat halus dan sulit dilihat,” katanya.

Salah satu tanda peringatan terbesar adalah kedua pasangan tidak lagi bercinta. Kurangnya hubungan intim dalam suatu hubungan dapat menjadi tanda dari masalah utama penyebab perceraian. “Meskipun beberapa pasangan bisa menjalani hubungan yang memuaskan tanpa berhubungan badan, tak ada salahnya meminta bantuan konselor,” katanya.

Tanda peringatan lain adalah tindak kekerasan, baik fisik, emosional, maupun verbal, dan mengontrol pasangannya. “Jika pasangan kasar dan tidak segera mengubah perilakunya, ini bisa mengarah pada akhir sebuah hubungan,” kata Keogh.

Perselingkuhan juga merupakan pembunuh pernikahan, terutama jika dia terus menutup-nutupi dengan berbohong kepada pasangannya. “Kebohongan dan menipu pasangan akan berjalan beriringan dengan tindak perselingkuhan,” ujarnya.

Isu lain yang membawa pernikahan ke ujung tanduk adalah kecanduan, terutama untuk hal-hal yang merusak, seperti perjudian, alkohol, atau narkoba. Kecanduan tak hanya bisa menghancurkan rumah tangga, tapi juga diri sendiri.

Bila salah satu atau lebih dari tanda yang disebutkan tersebut ditemui dalam perkawinan, Keogh menyarankan pasangan segera memperbaiki hubungan atau meminta bantuan pihak ketiga. Tentu saja jika keduanya ingin biduk rumah tangga yang mereka bangun tidak karam.

Sumber : Tempo