YENNI, S.H | 0812 6195848 | Pengacara Batam
Pilih Bahasa
My name is Yenni Nurhayani, S.H, I'm a lawyer at Indonesia and live at Batam Island, I was graduated on 2000. I can andle many type of case like deforce, criminal case and many other case. Just call me at +628126195848 or to my email yenninurhayanish@gmail.com
Arsip

7 Hal yang Bikin Pernikahan Rentan Perceraian

Pernikahan biasanya dilakukan untuk memastikan pasangan bersama selamanya. Namun sayangnya, fakta menunjukkan hal yang berbeda. Hampir 50 persen pernikahan berakhir dengan perceraian.

Setiap orang dan setiap pasangan tentu berbeda. Mereka memiliki pengalamannya masing-masing, yang lantas mempengaruhi kehidupan pernikahan. Namun para ahli berhasil mengerucutkan alasan pasangan bercerai menjadi 7 alasan.

 

Ketahui apa saja agar Anda bisa menghindari perceraian, melansir She Knows

1. Memendam kebencian

Kita semua pernah membuat kesalahan dalam hubungan dan kita. Kebanyakan dari kesalahan tadi bisa dimaafkan, selama orang yang melakukannya mau bertanggungjawab dan memperbaiki diri.

Sayangnya, hal itu tidak menjamin pasangan yang tersakiti bisa melupakannya. Rasa marah yang tersisa–dan terpendam–bisa menghancurkan pernikahan.

“Jika Anda merasakan kebencian terhadap sesuatu, hal itu adalah suatu tanda peringatan,” ujar Dr. Tina Tessina, seorang psikoterapis yang telah praktik selama 30 tahun dan menulis 13 bukan tentang hubungan.

“Kebencian itu seperti karat yang bisa melahap fondasi hubungan. Anda perlu berbicara mengenai hal ini, menyelesaikannya. Argumen yang tak berkesudahan dan terus berulang juga adalah tanda masalah.”

 

2. Lupa bekerja sebagai tim

Ketika Anda menikah, ibaratnya hal itu seperti menerbangkan pesawat Anda dengan co-pilot terbaik. Namun di masa-masa sulit, beberapa dari kita merasa seolah terdampar di pulau terpencil. Dan alih-alih bekerjasama dengan pasangan, Anda malah menganggap pasangan sebagai musuh bukannya sebagai rekan satu tim.

“Elemen paling dominan yang menyebabkan perceraian adalah pasangan tidak bekerjasama sebagai tim, sebagai rekanan,” ujar Tessina. “Hanya mencintai satu sama lain saja tidak akan secara otomatis membuat pernikahan berhasil. Hidup bersama itu kompleks, dengan pekerjaan, rumah, keuangan, dan tanggung jawab keluarga. Jika Anda berdua tidak bisa menemukan cara untuk bekerja sama dengan baik, pernikahan jadi goyah.”

 

sumber : liputan6.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *